Posts

Showing posts with the label Reka Ulang

Ramadhan Terakhir

Image
Rasanya saya tidak tahu mau mulai dari mana. Makanya saya mulai saja dengan paragraf membingungkan ini. Tentang pertanyaan yang rasanya (masih) asing terlontar dari seorang Dhe. "Andai Ramadhan ini bulan terakhir untuk kamu, impian apa yang ingin sekali diwujudkan?" Setelah saya membacanya. Spontan di benak saya teringat seseorang. Fotonya ada di dalam dompet saya. Agak kumal dan lusuh karena sudah lebih dari 20 tahun foto itu diambil. Itu foto Ayah Kandung saya. Fotonya tidak terlalu jelas. Hanya matanya yang sedikit kentara. Matanya memang mirip dengan mata saya. Kata Ibu, beliau adalah seorang seniman. Pelukis tepatnya. Saya tidak ingat bagaimana raut wajah dan suara beliau. Saya tidak ingat lagu-lagu nina bobonya. Bahkan saya tak pernah melihat lukisan-lukisan beliau. Tak ada yang bisa saya ingat saat umur belum tiga tahun dan orang tua saya memutuskan untuk saling memunggungi dan hidup dengan pilihannya masing-masing. Orang dewasa memang terkadang sulit dimeng...

Surat Pramoedya Ananta Toer dan Goenawan Mohamad

Image
Surat menyurat ini berisi tentang surat terbuka Goenawan Mohamad terhadap Pramoedya, dan tanggapan Pramoedya terhadap surat terbuka Goenawan Mohamad.  Surat terbuka Goenawan Mohamad dilatarbelakangi penolakan Pramoedya terhadap permintaan maaf Presiden RI saat itu, Gus Dur, terhadap tragedi tapol/napol PKI. Surat Terbuka untuk Pramoedya Ananta Toer oleh Goenawan Mohamad Seandainya ada Mandela di sini. Bung Pram, saya sering mengatakan itu, dan mungkin mulai membuat orang jemu. Tapi Mandela, di Afrika Selatan, menyelamatkan manusia dari abad ke-20. Tiap zaman punya gilanya sendiri. Abad ke-20 adalah zaman rencana besar dengan pembinasaan besar. Hitler membunuh jutaan Yahudi karena Jerman harus jadi awal Eropa yang bersih dari ras yang tak dikehendaki. Stalin dan Mao dan Pol Pot membinasakan sekian juta "kontrarevolusioner" karena sosialisme harus berdiri. Kemudian Orde Baru: rezim ini membersihkan sekian juta penduduk karena "demokrasi pancasila" tak...

dua orang yang beruntung

Image
Ada yang aneh dengan matahari pagi ini. Ia begitu dekat, padahal jarum jam belum mendekati pukul 10. Saya ingat hari ini ada momen yang sakral. Seorang perempuan yang dulunya penenun jingga sekarang akan menenun cahaya. Dia akan menikah. Apakah matahari juga ingin melihatnya dari dekat? Ah, matahari yang tak tahu diri, pikirku. Saya mengendarai sepeda motor dengan terburu-buru pagi itu. Takut akan melewatkan momen yang banyak orang harapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Di kepalaku tiba-tiba saja terjadi benturan aneh. Kalau memang ini membahagiakan, kenapa banyak orang yang berharap ini hanya terjadi sekali? Saya tertawa kecil. Menertawai pemikiran aneh barusan. Kalau pasanganku kelak membaca ini pasti saya sudah digantung di tiang bendera. Motorku sampai lebih dulu daripada isi pikiranku yang konyol. Suasana begitu ramai. Tidak seperti biasa memang. Mesjid  sepagi ini ramai dengan anak-anak berpakaian seragam dan ibu-ibu yang memakai kebaya. Tak kalah dengan para kau...

catatan perjalanan: menelusuri Rammang-rammang

Image
Desa Rammang-rammang terletak di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Saya tidak tahu harus menyebutnya desa atau dusun, sepertinya sama saja. Rammang-rammang adalah sebuah tempat yang hanya dihuni belasan kepala keluarga di sana. Tempat itu terpencil. Dikelilingi oleh lembah dan bukit yang biasa disebut karst. Satu-satunya jalan menuju tempat itu hanyalah lewat sungai menggunakan perahu kecil. Banyak turis asing yang biasanya ke tempat itu karena berseberangan dari tempat itu juga ada goa telapak tangan. Goa yang punya banyak telapak tangan orang-orang jaman dulu di langit-langitnya. Tarif turis asing menggunakan perahu kecil biasanya Rp. 50.000,00 sudah pulang pergi. Maksimal dalam satu perahu memang diisi empat orang saja. Untuk turis lokal, biasanya hanya Rp. 20.000,00 saja. Bahkan bisa gratis kalau kita kenal sama daeng yang punya perahu itu. Kalau untuk kalangan mahasiswa, daeng pemilik perahu tidak menentukan tarif, katanya seikhlasnya saja. Entah apa maksudnya. Orang-or...

Hujan kalian

Image
Hari itu kita melakukannya lagi, saling menunggu bersama cemas yang dari tadi terus meleleh karena matahari. Yah, memang siang itu matahari terlihat lebih nakal dari biasanya. Itu wajar, ia mungkin tersinggung karena kita yang hampir-hampir menyainginya, melupakannya, bahkan membuatnya terlihat tak ada apa-apanya dibanding semangat kita yang terus meluap siang itu. Semangat, kata yang begitu klise untuk sebagian orang. Tapi kalian membuktikan satu hal padaku, semangat seperti itu bukanlah hal kecil yang membuat semuanya terlihat biasa-biasa saja hari itu. Kalian itu seperti pohon-pohon rindang yang menyejukkan sepanjang perjalanan, sekumpulan awan di siang hari, atau payung yang bertebaran sepanjang pantai. Siang itu saya pertama kali bertemu dengan seseorang yang mungkin punya segunung semangat di meja makannya, katanya dia menunggu dari tadi. Entah berapa kantong semangat yang dibawanya. Kupikir cemasnya sudah meleleh sejak melihatku, setidaknya dia sudah tidak merasa sendiri lag...

Hidup itu kejutan

Image
random pict from here Kamis, kemarin itu saya mendapatkan kejutan dari seseorang, atau mungkin juga sekelompok orang. Entah ini akan menjadi kejutan pertama atau terakhir, yang jelas saya benar-benar terkejut dengan kejutan itu ( Namanya juga kejutan, iya kali ). Mungkin saya hanya baru saja mengalaminya, makanya jadi tidak tahu harus bilang apa dengan kejutan seperti itu. Entah apa yang saya pikirkan saat bangun pagi di hari itu, tidak ada firasat apapun mengenai kejutan spesial ini. Siang yang terik, adzan duhur yang berkumandang tepat waktu dan pohon-pohon yang bergoyang karena hembusan angin seperti biasa. Tak ada yang membuat hari itu begitu beda dengan yang lainnya. Hanya saja tentang kejutan itu, saya masih terlalu kaget. Saya tidak bisa langsung percaya begitu saja. Ah saya memang tak mudah percaya. Apakah mimpi atau kenyataan saya tidak mengerti, apa lagi dengan "konsep pertemuan dan perpisahan" yang langsung mengaung di alam pikiran yang ruwet ini. Membuat sa...

Dibawa kemana demonstran

Image
Akhir-akhir ini banyak yang terjadi, sekelumit drama dunia yang membuat hari saya terasa menjadi lebih nendang atau mungkin makin rumit. Pemerintahan yang memang otoriter, mahasiswa yang kritis, dan orang-orang sibuk mencaci karena terjebak macet. Apa lagi ditambah scene yang lucu dari tuan presiden dengan membawa beberapa mahasiswa yang kritis pergi ‘liburan’ ke negara lain pada saat yang bersamaan.  Scene yang paling banyak diputar di layar tv adalah mahasiswa-mahasiswi yang sedang orasi, mendorong, menyegel SPBU dan menghancurkan mobil dinas.  Bahkan di kota saya sendiri ada oknum yang mengatas namakan dirinya mahasiswa yang menjarah gas elpiji 3kg, membakar mobil coca-cola dan mengisi bensin gratis. Kalau menurut saya sih, ini benar-benar kelewatan. Oknumnya itu benar-benar harus dikasih sanksi yang tegas. Hanya merusak citra sebuah pendidikan yang katanya tinggi ! Dan scene yang paling menggelikan adalah scene yang jarang ditayangkan ...

Sebulan di penjara suci padang lampe

Image
2 februari 2012 memasuki subuh, saya sudah terbangun dan di luar sedang hujan. Yah ini adalah pagi yang baru dan awal yang baik untuk memulai semuanya. Sebuah koper dengan tas ransel sudah siap menemani perjalananku. Deretan bus sudah menungguku dan mahasiswa lain subuh itu. Sekitar jam 7 pagi rombongan kelasku sudah berkumpul dan memasuki bus, raut wajah mereka bermacam-macam. Ada yang terlihat senang, gugup, malas, penuh tanya, dan ada juga yang begitu tenang. Sepanjang perjalanan mataku hanya menerawang ke luar jendela memperhatikan hiruk pikuk kota di pagi hari. Beberapa jam kemudian semuanya berubah menjadi lebih hijau. Sawah dan bukit terlihat dari jendela kanan dan kiri bus. Saya selalu menikmati perjalan seperti ini. Walaupun di dalam bus riuh kawan-kawanku yang mendendangkan lagu sangat jelas di telinga, tetap saja terasa tenang dengan pemandangan seperti ini. Dan setelah 2 jam perjalanan, akhirnya bus yang membawa kami tiba di pesantren Darul Mukhlisin. Pesantren yang lu...

Santai kayak di pantai

Image
Apa yang kalian pikirkan ketika di pantai ? Apakah tentang deru ombak yang beramai-ramai saling menyapu ke pesisir, atau tentang buih yang pecah diantara gelombang. Irama yang terus berulang dan tak pernah berhenti. Itulah suara yang khas ketika bertemu dengan pantai. Dan rasanya sudah begitu lama saya tidak ke pantai. Menikmati angin, pasir, dan air garam yang sedari dulu begitu asin, tak berubah. Pantai, tempat yang sederhana namun eksotis. Tempat yang murah tapi begitu tak ternilai ketika kita merindukannya. Mungkin kita akan berkata bosan dengan pantai, atau ah cuma pantai. Asal tahu saja, ada hal yang tak akan kita dapatkan di tempat lain kecuali di pantai. Disana kita bisa melihat semangat nelayan yang sedang mencari ikan, penjual asongan khas tepi pantai, atau mungkin anak-anak kecil yang begitu senang bermain di pantai. Kalau tidak sedikit peka, kita  tidak akan pernah menikmati pemandangan sederhana seperti itu. Rasa syukur  pasti begitu pelit muncul dari hati yan...

semester yang penuh maho

Image
Nasib seseorang yang punya komitmen ternyata cobaannya berat . Ada saja hujan lebat yang ngehalangin buat tetap tegar berdiri di jalan yang sudah dipegangnya selama ini. Dan ternyata seseorang itu adalah saya sendiri. Hidup ternyata kadang membuat kita gila ! Dan kalau tidak gila berarti bukan hidup namanya. pict from here Sebut saja Inisialnya Andri, Aswar, Agung, Ajab, Abi, dan Fiki. Manusia-manusia ini adalah yang menemani hari-hari saya yang penuh dengan kehedonan ! Mereka menyebut grup lawaknya adalah boyband, tapi entah boyband apa namanya. Maklumlah, mereka itu korban dari konsumsi Televisi yang berlebihan, dan sepertinya saya termasuk di dalamnya. Tapi kayaknya mereka lebih cocok di sebut ganster daripada boyband karena selalu bikin ulah dimana-mana tanpa mengenal waktu dan tempat. Dan perlu dipertegas disini adalah status: Andri   = Single karena ninggalin ceweknya di kampung. *ketua maho Aswar    = Single karena kebanyakan gaul sama cewek tombo...

Pengawal saksi

Image
Kehidupan selalu berubah, mungkin seperti metamorfosis ulat yang kulihat tadi pagi di daun basah pekarangan rumah. Musim hujan yang sebentar lagi akan berakhir digantikan musim semi yang temaram dengan kunang-kunang. Kalender di sudut kamar yang wajib kuganti dengan yang baru. Semuanya bergerak secara perlahan tapi pasti. Pohon yang tumbuh, semester perkuliahan, burung yang bermigrasi, kaktus di padang pasir juga telah berubah. Tapi satu hal yang aku tahu belum berubah dari dulu, perasaan abstrak ini. Aku membuatkannya pintu agar tak sembarangan orang yang bisa masuk ke dalamnya. Disana rasa itu kukunci rapat-rapat dalam sebuah kotak kecil hitam, mungkin seperti kotak Pandora. Aku tidak tahu sekarang takut pada apa. Apakah pada kotak kecil hitam di balik pintu yang kubuat sendiri ataukah takut mengakui bahwa ada seseorang yang berusaha membuka pintu itu. Aku yakin dengan perasaanku sendiri, yang tidak tetap namun terus belajar setia padamu. Aku juga yakin pada dirimu yang kadang me...

tugas yang membias

Image
Saya tidak ingat sudah berapa kali dapat tugas ( baca: PR ) dari kawan blogger sekalian yang ada di sini. Dan akhirnya tidak pernah ngepost di blog sendiri sama sekali. Tapi sebelumnya saya minta izin dulu kepada para penghujat tugas itu agar tidak mengerjakannya, tapi ada juga beberapa tugas yang saya jawab langsung di comment postingannya karena pertanyaan-pertanyaannya gampang dan jawabannya singkat. Dan kalau saya tidak ngepost sebuah tugas di blog sendiri kayaknya akan terus dijajah dengan mention dari teman-teman blogger yang baik dan cakep-cakep yang ada di sini. Tapi tolong lain kali mention saya tentang makan-makan gratis,buku gratis ataupun nonton gratis InsyAllah kalau kita sekota pasti saya datang. Anggap saja saya serius kali ini. Yah sudah saya selesaikan saja Rantai 11-11-11 dari Aisyah , soalnya dia ngancam kalau tidak saya kerjakan nanti dikunciin di WC. 11 pertama menulis tentang diri sendiri 11 kedua menjawab pertanyaan dari yang ngasih tugas 11 ketiga pertany...