Pages

mencoba menyederhanakan kita

28 May, 2012

Aku hanya ingin menyederhanakan semua detik ini. Dengan pikiran yang berkepanjangan semalam suntuk. Dengan mataku masih lebam hitam seperti panda-panda yang biasa kita lihat di Discovery channel. Aku memikirkannya sampai subuh, hanya untuk menjelaskannya padamu. Memiliki rasanya memang bahagia, tapi menahannya sendiri membuatku pandai berspekulasi.

Aku hanya ingin menyederhanakan semua detik ini. Dengan langkah yang mulai linglung melewati jalan menanjak. Tak apa kalaupun sol sepatuku terkikis aspal jalan, kakiku mulai panas dan memerah. Seberapa jauh lagi kita akan berjalan? Jangan khawatir, karena aku masih bisa memapahmu ketika kakimu tergelincir, langkahmu meragu ataupun saat kamu takut meloncati lubang yang menganga.

Aku hanya ingin menyederhanakan semua detik ini. Seperti petani yang berterima kasih kepada hujan yang menjadikan ladangnya subur, hidupnya baik-baik saja dan barang tentu bahagia. Apa kamu bisa mengerti ini ?

Aku hanya ingin menyederhanakan semua detik ini. Kamu.
Aku bahkan tak memerlukan kata-kata indah apapun setelah 'kamu' titik. Hanya itu saja, asal kamu ada. Jangan tanya, aku bahagia atau tidak. Jawabannya hampir-hampir membuatku bosan mengulangnya, dalam hati.

Tidak sampai semenit kan? Iya, sesederhana ini saja.


pict from here

50 comments:

  1. Sangat Sederhana.... tapi Bermakna...
    kamu itu bisa saja Aku..dan
    Kamu bisa saja dia

    Salam Kangen dari Kutai Barat deek... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. bagaimana kabarnya disana kanda?
      Hhha siap :D

      Delete
  2. Dasaaarr....uchank jeleeekkk...
    sesak napasku baca tulisanmu.. :'(
    Kamu tau, berjam2 yg lalu aku berusaha membahagiakan diriku sendiri, dan kau menghancurkannyaa...#frustasi

    Iya. Aku juga ingin sesederhana itu bercerita tentang kita. Abaikan tentang sberapa sibuk aku menempatkan resahku tentangmu. Cukup dengan kau bahagia dan tertawa, maka aku akan mampu mengurai waktu dan menyederhanakannya untukmu.
    Tentu kelak kamu akan jatuh cinta dengan sederhana,
    dan kamu akan mengerti bahwa cinta tak perlu penuh drama, apalagi berdarah-darah. Hingga kelak ucapan selamat pagi-siang-sore-malammu tak perlu ditahan.
    Seperti rasa kita yang tidak perlu berlebihan...
    #apasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha.
      ini serius komeng kak nick ?
      mau saya masukin ke blog saja sekalian?
      Itu kata2nya yg di bold nancap juga tuh...
      jangan-jangan harapan terselubung rasamu ke dia kak ?
      #eaaa
      wwakakaka

      Delete
    2. Uchaaaaank...diem kamu deh....ngeledekin kakak tingkat tuh pamali tau'...wahahahaha...:P
      Aku hampir gila utk terus menerus sadar dan berhenti mencoba melayang..di atas lantai yang rekat pada tanah...hahaha..#duh

      Delete
  3. kata-kata yg mengagungkan kesederhanaan namun dirangkai lebih dari sederhana....kereenn kak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. komengmu bikin saya hampir jatuh dari kursi dek.hahha

      Delete
  4. aseemm, in benar2 wow. Realy wow! 2 thumb for u, excelentee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horass kak acci..horass.wakkaka :D
      jempolnya sy kantongin :)

      Delete
  5. Jadi ingat puisinya Sapardi Djoko,.. yang
    ''aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada'' eaaaa :D

    sama kerennya dengan tulisan ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh. ternyata itu tulisannya Sapardi Djoko?
      baru tau..
      pernah baca :)

      Ah bisa saja.hahaha

      Delete
  6. ya sudah.. sederhanakan dulu sana! *gaya iklan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. *meluncurrrrrrr menyederhanakan* *cling* ehh

      Delete
  7. T_____________T

    saya cuma spicles.
    ya, cuma itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hha.. kanda.. mukanya jangan begitu. itu mah nangis.bukan spicles :p

      Delete
  8. Ya,.sangat sederhana.
    hanya bisa berharap bahwa kesederhanaan ini juga bisa tertangkap olehnya. Tanpa perlu berpusing-pusing ria mencari arti dari tiap rangkaian kata yang ada.
    Karena semua nyata, jujur, dan apa adanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hha. berharap seperti itu juga rie.
      iya cuma itu. sederhananya~

      Delete
  9. siapa sih yang nulis ini? menyebalkan.
    ini tuh keren banget!
    hehehe..
    menyederhanakan sebuah rasa. aw aw aw..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan sy yg nulis.
      tapi diri saya yang berbeda mbak irma.hahha
      sisi lain sy yang entah kusebut apa.hha

      Delete
  10. huaaaaaaaaaaaaa!!!!! uchank keyen. btw, buat siapa chank? #eh,gapenting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat manusia di planet bumi mbak mulki :D hahaha

      Delete
  11. Aku mo jadi petaninya aja deh, selalu berterimakasih walau kadang banyak yg mengeluhkan hujan.. #apasih-,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa.
      bersyukur ya intinya mbak :)

      Delete
  12. tularin kemampuan nulis yang romantis kek gini dong, Om >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa iya ini tulisan romantis?
      hha ini cuma nulis random jg ~

      Delete
  13. Asyiiik...
    dalem chank (>o<)b

    ReplyDelete
  14. wihihihi, jadi senyum-senyum gak jelas ih :)
    menghayatinya dengan cara menganggap bahwa "kamu" dalam patahan kalimat apik itu adalah "AKU" ..
    wahhah, bagus Ka..

    Berharap "DIA-ku" seromantis kamu :) heaa #jadi curhat

    ReplyDelete
  15. "Jangan tanya, aku bahagia atau tidak. Jawabannya hampir-hampir membuatku bosan mengulangnya, dalam hati" dalam hati sih.. coba diungkapkan, pasti Uchank tidak perlu lagi untuk mengulanginya.. wkwkwkwkwk... tp romantis banget tulisanmu chank... :)

    ReplyDelete
  16. Memiliki rasanya memang bahagia, tapi menahannya sendiri membuatku pandai berspekulasi...

    Dan membiarkanmu berlalu adalah dilema tanpa terucap..

    menyederhanakan detik..bila gulir waktu tak hendak beranjak dari kebersamaan..

    #hemm..apa lagi neh..

    ReplyDelete
  17. karena setiap detik itu berharga dan gw pun binun mw komen ap :))

    ah 1 detik yg begitu sederhana namun bisa menjelaskan berbagai macam cerita aaaaahhh mulai lebay aaaaahh kabur ah :))

    ReplyDelete
  18. hari-hari si bro yang satu ini kayanya sedang diliputi oleh rasa cinta ya. haha

    ReplyDelete
  19. rangkain kata yang indah, perlu otak yang encer untuk memaknainya.
    salam sehat selalu dari desa

    ReplyDelete
  20. gak sampe semenit memang, tapi nonjok berjam-jam.....!!!!!

    ReplyDelete
  21. seriuss ini Uchank nyang nulis? Woww.. <--cuma bisa bilang itu ^__^

    ReplyDelete
  22. wuihhhhh......keyenn tulisanya..

    cemungut2 eaaa Kk

    ReplyDelete
  23. nice posting...sukses slalu yaaa..:)

    ReplyDelete
  24. Simple.. Aku juga ingin menyederhanakan detik ini.. ^_^

    ReplyDelete
  25. "Aku memikirkannya sampai subuh, hanya untuk menjelaskannya padamu"

    terlalu rumitkah untuk menyederhankan sesuatu sehingga seperti itu? jadinya memikirkan suatu hal yang rumit untuk merubahnya menjadi sederhana justru membutuhkan hal yang rumit pula sehingga kesederhanaan itu seperti fatamorgana.. dan akhirnya, kupikirkan dirimu hingga subuh dalam kesederhanaan.. inikah cinta?

    ReplyDelete
  26. inspiratif banget... ssiiiip

    ReplyDelete
  27. hai hai aku berkunjung..sederhna tapi cukup menohok hati :)

    ReplyDelete
  28. emm.. jadi inikah yang uchank maksud memiliki rasa yang sama? apa dia tidak mengerti ya *padahal sedalam dan sesederhana ini.. rumit ya x_x aiihh, aku suka sekali kata-katanya. tapi aku nda terlalu menger dengan menyederhanakan kita. artinya selama ini kompleks ya? emm...

    ReplyDelete
  29. Terima kasih atas artikelnya.

    sepertinya anda berbakat untuk urusan membuat postingan yang ini, jujur saja kamu punya kelebihan tersendiri, dan saya akan berkunjung lagi bila ada waktu.



    #Semoga sehat selalu :D

    ReplyDelete
  30. Ah Uchank... terimakasih telah membuat tulisan yang begitu bagus ini..

    ReplyDelete

speak up!