Pages

lebih lama bersamaku saja

01 August, 2012


Aku menikmati pemandangannya sore itu, di balik kaca jendela bus yang sedang beradu dengan waktu. Pohon-pohon yang bergerak seperti slide dalam presentasiku, angin yang tidak begitu ramah dan juga hujan yang ramai. Kaca jendelanya rusak, tak bisa tertutup. Untung saja aku suka hujan, walaupun kelihatannya sangat aneh berbasah-basah seperti itu di dalam bus.

Kau tahu kan, di luar sana banyak orang yang katanya sangat suka dengan hujan. Tapi saat hujan turun, mereka malah mencari payung atau berteduh di amperan toko. Aku ini suka dengan hujan, seperti menyukai musim semi. Apa lagi hujan pertama setelah berbulan-bulan, pasti aku akan sengaja keluar membeli sesuatu dengan motor dan menyembunyikan mantel di kolong tempat tidur.

Aku bahkan mengendarai motor di jalan raya tanpa helm, tak peduli lagi dengan aturan yang ada. Yah, mungkin di titik itu aku tidak menyukai hujan, tapi lebih dari itu. Seperti inilah orang yang sedang kasmaran, tak peduli dengan apapun. Bahkan dengan logika orang lain yang mengatakan aku ini gila, itu sudah konsekuensi.

Tapi tenang saja, perasaanku pada hujan tidak sama padamu. Tak pernah sama, aku bahkan tidak bisa membandingkannya denganmu, kalian benar-benar berbeda. Kau, bukan hal yang hanya datang pada musim tertentu ataukah hari-hari yang kau ingini saja. Di musim apapun, kau selalu bersamaku. Keadaan seperti apapun kau selalu bisa diandalkan.

Bisa dibilang, tanpamu hidupku menjadi sedikit rumit. Kau sangat dekat dengan keluargaku, kau bahkan membuatku punya teman baik dan memperbaiki hubunganku dengan kawan lama. Lihatkan, bagaimana hari-hariku menjadi lebih baik saat bersamamu. Jadi jangan pernah pergi meninggalkanku lagi seperti mereka yang sebelumnya.

Aku juga masih ingat pertemuan awal kita, hari yang sangat cerah. Bersama dua orang kawan, aku menyusuri pertokoan di lantai tiga. Kebetulan aku melihatmu, kau begitu manis dan sederhana. Sebenarnya sudah lama aku memperhatikanmu, tapi tidak pernah berani menanyakan tentangmu kepada si bapak yang berkumis itu. Karena hatiku sudah memilihmu, maka kita bisa saling memiliki. Kau memiliki waktuku, sedang aku memilikimu seutuhnya.

Kau tak perlu khawatir saat bersamaku, aku akan selalu membantumu saat terjatuh. Merawatmu dan memberimu hal yang kau butuhkan setiap waktu. Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk lebih menghargaimu daripada mereka yang sebelumnya.

Jadi bertahanlah lebih lama bersamaku, simpan saja semua kenangan kita di dalam sana. Foto, sms, video, dan juga note-note yang tidak begitu penting itu. Aku tidak akan pernah memaksamu untuk menghapusnya. Terima kasih karena kau sudah menemaniku sejauh ini.

Untuk sekarang,.. berteduh dulu di dalam sana. Di saku celanaku.

39 comments:

  1. ahahaa..... uchank... kenapa postingan kita hampir sama


    aku baru posting tentang hujan dan pertemuan >.<

    dan dia akan bertahan, akan bertahan bersamamu, seperti penantian hujan yang tak akan pernah henti,,,

    love this post^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoo, baca baik-baik mbak ini tentang apa :)) hha

      Delete
    2. hmmm... apa chika salah mengartikan cerita ini ya, bertahan d saku celanaku??? ;-?

      Delete
    3. ahh... kacau nih.wkakwakwka bukan :| yah sudahlah...

      Delete
    4. mantap kali bahasa ente bro.. :D

      seperti majas apa ya.. memasukkan unsur2 yang tidak hidup ke dalam sesuatu yang hidup ahh, personifikasi.. :D

      yang disimpan itu gambar2, note2, serta kenangan, berteduh di dalam saku celana (saya menangkapnya sebagai memori) hehehhe

      Delete
    5. Hahaha bisa saja masbero.

      untung saja tebakannya tepat, padahal ini bahasanya sederhana sekali.hhe

      Delete
  2. wah, baru ngerti pas baca paragraf terakhir..
    ish, kirain tentang cewek -______-

    ReplyDelete
  3. "Aku menikmati pemandangannya sore itu..."

    -nya apa -Nya? Kalau -nya, pemilik pemandangannya siapa chank?

    "Aku ini suka dengan hujan, seperti
    menyukai musim semi..."

    Setingnya apa di negara subtropois empat musim. Apa karena tokoh pernah merasakan musim semi? Hujan pada subtropis datang seminggu sebelum musim panas. Sering disebut hujan plum. Selanjutnya hujan turun pada musim panas.

    "Apa lagi hujan pertama setelah berbulan-bulan..."

    Setelah berbulan-bulan kemarau kah? Aku merasa kalimat bagian ini kurang tuntas.

    "Yah, mungkin di titik itu aku tidak menyukai hujan, tapi lebih dari itu."

    Aku nggak paham dengan kalimat ini.

    "Tak pernah sama, aku bahkan tidak bisa membandingkannya
    denganmu, kalian benar-benar berbeda...."

    Gimana tahu beda kalau nggak dibandingkan? :D

    "Jadi jangan pernah pergi
    meninggalkanku (lagi) seperti mereka yang sebelumnya..."

    Bro, aku suka kalau kata (lagi) dihilangkan. Bukannya si ponsel ini baru dan belum pernah ninggalin tokoh. Yang ninggalin ponsel lamanya.

    "... tapi tidak pernah berani menanyakan tentangmu kepada si bapak yang berkumis itu. Karena
    hatiku sudah memilihmu ..."

    Belum ditanyain ke pak kumis kok mendadak dibawa pulang :P ada tambahan sekalimat tentang proses peminangan kayaknya lebih bagus.


    Heheheheh,
    Sekian dari saya.
    Maaf banyak ngocehnya..

    Salam Karya!"Aku menikmati pemandangannya sore itu..."

    -nya apa -Nya? Kalau -nya, pemilik pemandangannya siapa chank?

    "Aku ini suka dengan hujan, seperti
    menyukai musim semi..."

    Setingnya apa di negara subtropois empat musim. Apa karena tokoh pernah merasakan musim semi? Hujan pada subtropis datang seminggu sebelum musim panas. Sering disebut hujan plum. Selanjutnya hujan turun pada musim panas.

    "Apa lagi hujan pertama setelah berbulan-bulan..."

    Setelah berbulan-bulan kemarau kah? Aku merasa kalimat bagian ini kurang tuntas.

    "Yah, mungkin di titik itu aku tidak menyukai hujan, tapi lebih dari itu."

    Aku nggak paham dengan kalimat ini.

    "Tak pernah sama, aku bahkan tidak bisa membandingkannya
    denganmu, kalian benar-benar berbeda...."

    Gimana tahu beda kalau nggak dibandingkan? :D

    "Jadi jangan pernah pergi
    meninggalkanku (lagi) seperti mereka yang sebelumnya..."

    Bro, aku suka kalau kata (lagi) dihilangkan. Bukannya si ponsel ini baru dan belum pernah ninggalin tokoh. Yang ninggalin ponsel lamanya.

    "... tapi tidak pernah berani menanyakan tentangmu kepada si bapak yang berkumis itu. Karena
    hatiku sudah memilihmu ..."

    Belum ditanyain ke pak kumis kok mendadak dibawa pulang :P ada tambahan sekalimat tentang proses peminangan kayaknya lebih bagus.


    Heheheheh,
    Sekian dari saya.
    Maaf banyak ngocehnya..

    Salam Karya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. masyallah.. suka sekali dengan kritikan seperti ini mas.
      terimakasih :)
      saya banyak belajar.hhe

      Delete
  4. tertipu dengan awal ceritanya. duh! :D

    ReplyDelete
  5. karena suka hujan, jadi banyak alasan untuk menikmati itu semua. sweet banget sih :') hihihihi

    ReplyDelete
  6. kereenn..
    saya tertipu di awal cerita, baru ngerti pas baca sampai akhir..
    hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ini kata "tipu" yang keberapa ya.hha

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. oh pelis jadi ini kamu-nya bukan cewek yah? awalnya manis, akhirnya bikin meringis :D

    ReplyDelete
  9. Kau tahu kan, di luar sana banyak orang yang katanya sangat suka dengan hujan. Tapi saat hujan turun, mereka malah mencari payung atau berteduh di amperan toko.

    sebuah quote yang dahsyat bagi saya yang sangat suka dengan hujan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa :D

      ternyata mas ini suka hujan.cieeh.

      Delete
    2. loh2 banyak yg suka hujan ternyata :D

      bru ngeh apa yg dimaksud cerita ini dri jawaban affan...

      ahaa saya lemot *lol* :))

      Delete
  10. "Bersama dua orang kawan, aku menyusuri pertokoan di lantai tiga."
    Ternyata... di sini maksudnya pertokoan HP ya -_-"

    ReplyDelete
  11. Kalau yg ini terasanya sangat transparan, terlalu nyata. Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhaha :D begitulah rie...
      transparan~

      Delete
  12. kren kren..
    akhir yg mngejutkn.. hehe..

    ReplyDelete
  13. bingung maksud kalimat terakhir ?_?

    "Untuk sekarang,.. berteduh dulu di dalam sana. Di saku celanaku. "

    Mungkinkah maksudnya tangan di balik saku? :o

    ReplyDelete
  14. Ya Allah....

    tiwas aq bacanya serius, lha dalahhh.. -__-'''

    *but nice, tipu daya dewa, ahahaha :D

    ReplyDelete
  15. qiqiqi, lucu :)
    jangan sampe ujan2an yah sang penyimpan Foto, sms, video, dan juga note-note yang tidak begitu penting itu..

    ^_^b

    ReplyDelete
  16. Keren bgt susuan dan pemilihan katax, bgsx bikin novel atau uda pux novel?

    ReplyDelete

speak up!