Abu-abu
Mungkin kau akan mendapati hari seperti itu. Kau terbangun
di sebuah tempat yang entah bagaimana kau berada di sana. Kau tak ingat jelas
alasan kenapa bisa kesana. Itu adalah tempat yang tak ingin kau datangi lagi.
Bukan karena tak suka. Dulu, kau sangat suka tempat itu. Kau pernah pergi
berdua dengan seseorang ke sana. Selalu. Setiap ada waktu tentunya. Tapi kata
dulu memang tak menyenangkan untuk ditaruh pada beberapa kalimat.
Kau memperbaiki posisi duduk. Berusaha kembali mengingat alasan kenapa
tiba-tiba berada di sana. Pelan-pelan membuka lemari-lemari memori di dalam
kepala. Terlalu banyak kenangan bertumpuk di sana dan beberapa tak ingin kau bangunkan kembali.
Karena kalau terbangun, biarpun hari begitu terik rasanya akan seperti hujan di
bulan Desember. Sepi dan terasa begitu dingin.
Berjam-jam berlalu dan langit sore mengingatkanmu tentang waktu yang akan lebih
sunyi. Larong-larong terbang melintasi gedung-gedung pencakar langit. Mencari
cahaya. Memburu sesuatu yang lebih terang daripada mata mereka. Tapi entah
bagaimana kau tak juga ingat tentang hari ini. Segala hal terasa sangat sunyi.
Luka membeku. Tak ada rasa. Tak ada prasangka terhadap perasaan-perasaan yang
mengambang.
Langit yang kemerah-merahan itu kemudian membara seperti api yang perlahan melahap hutan-hutan di hatimu, melumat segala yang bernafas dan ingin bertahan hidup pada nuranimu. Tak ada lagi pagi, siang, atau malam. Kau hanya melihat sesuatu yang entah itu terang atau gelap. Dunia abu-abu.
Seorang kemudian muncul dalam dunia abu-abu itu. Kau mengenalnya. Sangat akrab dulu. Sampai akhirnya ada yang terasa membeku. Lebih dingin daripada suhu manapun yang pernah tubuhmu dapati. Tapi ternyata suhu macam itu tak hanya merambati tubuh. Ia juga menggigilkan hatimu. Kau tak lagi mengenalnya, kau tak lagi mengenal dirimu sendiri. Hitam atau putih. Pilih saja dan habislah perkara.
Entah dunia abu-abu siapa ini. Entah kau atau aku.
*nyimak* ^^
ReplyDeletesesama dr makassar tp jarang bertandang.. *smile
ReplyDeletemsh dibulan syawal jd blom telat tuk ngucapin...
Selamat Hari Raya Idul Fitri,
“Ƭαqobbαlαllαhu minnαα ωα minkum
(Semogα Alloh menerimα αmαlku dαn αmαl kαliαn).”
kalo yang ini, bukan abu-abu lho chank. sila ke gamazoe yaa dan ambil hadiahnya. hehe ;)
ReplyDeletehttp://gamazoe.wordpress.com/2013/09/01/dan-pemenangnya-adalah/