Pages

Cinta memang aneh yah?

16 December, 2009

Siapa pun yang sedang jatuh cinta pasti percaya pada mukjizat,
- Cinta terjadi begitu saja, tidak ditimbulkan oleh apa pun juga.

Tiap hari cinta menciptakan mukjizat, seperti:
- melunakkan orang yang keras hati,
- menguatkan yang lemah,
- membuat orang bijak menjadi bodoh, dan
- orang bodoh menjadi bijaksana,
- menambah pesona cinta,
- menghapus logika
- dan ..singkat kata cinta bisa mengubah segalanya

Mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita dalam kebahagiaan orang yang kita cintai

Bila seseorang jatuh cinta, maka ia akan terobsesi oleh seseorang yang ia cintai dan tidak bisa berkonsentrasi pada hal lain (konsentrasi hanya pada satu fokus).

Ia akan kehilangan gairah untuk mandiri dan ia akan menggabungkan keinginannya dengan keinginan orang yang dicintainya.

Sesuatu yang paling indah dan paling sempurna di dunia tidak dapat dilihat, apalagi disentuh.Dia hanya bisa dirasakan dengan hati

Bukan cinta yang menyebabkan dunia berputar,Namun cintalah yang membuat putaran dunia menjadi sangat berharga..


"Jatuh cinta, berjuta rasanya ...", begitu kata syair lagu ciptaan Titik Puspa. Perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan sukar ditebak. Penuh dengan gejolak. Dan bisa membuat semua saran dan nasihat ditolak. Semua nalar bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Hebatnya lagi ia tak mengenal batas usia. Mulai dari akil baliq sampai dengan usia lanjut bisa terjangkit.

Tentu saja cinta adalah kekuatan pemberian Tuhan. Mencintai dan dicintai adalah karunia sekaligus panggilan hidup kita. Dan "jatuh cinta" adalah salah satu dari luapan rasa yang menandai episode awal dari proses mencintai lawan jenis. Itupun bagian dari anugerahNya kepada kita.

Tetapi sama seperti kekuatan pemberian Tuhan yang lain, cinta pun mengandung tanggung jawab etik moral yang amat besar. Cinta tidak boleh dipersempit hanya pada lingkup perasaan, sekalipun perasaan berperan penting. Begitu pula dengan perasaan dan pengalaman "jatuh cinta".


Jatuh cinta pun harus memiliki kerangka etik moral yang membingkainya.
1. Tidak bisa setiap orang jatuh cinta kepada sembarang orang, tanpa memandang siapa dirinya dan siapa orang lain itu.
2. Pertama-tama siapa yang mengaku sedang jatuh cinta itu ?.
o Seorang lajang atau sudah berkeluarga? Kemudian,
o kepada siapa ia jatuh cinta?
o Kepada orang yang bagaimanakah ia jatuh cinta?
o Bujang ataukah yang telah berumah tangga?
o Orang baik ataukah orang yang cuma mau mengambil keuntungan dari orang lain?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting bagi pengalaman jatuh cinta. Dan harus dijawab dengan jujur serta harus dicari jawabnya yang benar.

Tetapi sayang, banyak orang yang mengaku jatuh cinta, namun menyingkirkan semua pertanyaan itu dengan alasan sudah terlanjur. Mabuk cinta dan akhirnya "buta" segalanya. Seperti Simson yang "buta" akan siapakah Delila itu sebenarnya. Ia cuma mau tahu, bahwa ia sedang jatuh cinta. Sayang seribu sayang.

No comments:

Post a Comment

speak up!